Arief Rachman Julfikar
Blog Universitas Komputer Indonesia

analisis pilkada 2013

analisis pilkada 2013
Nama: Arief Rachman Julfikar
NIM: 41809142
Humas-3

Analisis Pilkada 2013

Tidak dapat dipungkiri bahwa Pilkada DKI Jakarta lalu akan menjadi percontohan dan model dasar untuk pilkada 2013 di berbagai wilayah di Indonesia.  Tidak dapat dipungkiri, Pilkada Dki Jakarta lalu yang juga merupakan pilkada yang dilakukan lebih awal daripada pilkada di wilayah lain, akan menjadi sebuah pilkada "percontohan" di Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena Pilkada DKI Jakarta yang dimenangkan oleh pesaing incumbent yaitu Jokowi ini dinilai terlaksana dengan sukses dan dapat diterima secara legowo oleh berbagai pihak, baik itu pihak yang secara langsung terkena dampak kekalahan yaitu tim sukses ataupun pihak-pihak "peramai" pilkada lainnya. Kemenangan Jokowi menjadi sebuah peluang partai pengyongsongnya yaitu PDI Perjuangan untuk menjadi sebuah "better future" untuk partai. Partai PDI Perjuangan memiliki start pount yg baik untuk pilkada 2013 mendatang di berbagai daerah di Indonesia dan juga start point yang bagus untuk memenangkan PilPres 2014 mendatang Jika kebanyakan kepala daerah pada era sebelumnya lebih sering menghadiri acara penting yang bergengsi dan bernilai untuk "prestige" dirinya atau partainya, berbeda dengan Jokowi dan Ahok yang terlihat lebih berbaur di masyarakat.
Mari kita absen siapa sajakah cagub dan cawagub dalam Pilkada Jawa Barat, yang pertama ada pasangan dari incumbent yaitu Pak Ahmad Heryawan yg berpasangan dgn aktor kawakan yang sering berperan menjadi seorang yang arif dan bijaksana pemeran tokoh naga bonar yaitu Dedy Mizwar. Pasangan kedua ada wakil gubernur periode lalu yaitu Dede Yusuf dengan pasangannya Lex Laksamana yang juga menjabat sebagai sekretaris daerah di Jawa Barat pada periode lalu. Lalu yang ketiga ada si Oneng atau Rike Dyah Pitaloka dengan Teten Masduki yang menjabat sebagai ketua Indonesia Corruption Watch. Dan yg terakhir ada Pak Irianto yang menjabat sebagai bupati indramayu pada periode lalu dan pasangannya Tatang mantan bupati tasikmalaya. Dari beberapa survey mengenai Pilkada Jawa Barat mengenai pasangan terpopuler, Dede Yusuf menduduki peringkat pertama dan Ahmad Heryawan mendudukiperingkat kedua. Hal ini menjadi sebuah power untuk Dede Yusuf agar dapat melebarkan sayap kepopulerannya sebagai pertimbangan masyarakat saat memilih Pilkada nanti. Dede gencar mendekati sebuah klub bola terkemuka dengan fans fanatiknya dengan sering menonton dan menyambangi acara-acara ataupun pertandingan bola klub tsb. Sedangkan ahmad heryawan sibuk membuat prestasi-prestasi dsn membenahi kinerja kepemimpiannya agar dapat memperlihatkan progress yang signifikan sehingga menarik kembali simpati rakyat Jawa Barat. Pasangan Irianto sibuk menyebar pamflet dan baligo agar dikenal masyarakat jawa barat dengan luas bukan sekedar di indramayu saja. Dan pasangan Rike Diah sibuk mencari simpati ormas dan masyarakat kecil.
 Menurut saya, perkembangan politik yang akan terjadi akan semakin mengerucut ketika kampanye para cagub dan cawagub dimulai. Sekarang masih terbatas di "perang baligo" dan "perang social media". Social media tidak dipungkiri menjadi sebuah alat penilaian dan penyampaian sebuah informasi yang dapat mengangkat atau dapat pula menjatuhkan seorang cagub atau cawagub.
 
Bagaimana agar pilkada jabar 2013 sukses? Satu satunya jalan adalah kerja sama yang baik dari semua pihak, baik itu pihak penyedia data pemilih sah di Jawa Barat, pihak penyelenggara Pilkada yaitu KPU Jawa Barat, pihak terpilih yaitu para calon cagub dan cawagub, pihak tim sukses para cagub dan cawagubm serta para pemilih. Dewasa ini, kerjasama itu dibagi menjadi dua, kerjasama dalam kebaikan dan kerjasama dalam ketidakbaikan contohnya adanya sisipan korupsi kolusi dan nepotisme di dalam penyelenggaraan Pilkada Jawa Barat tersebut. Hal kedua itulah yg perlu diminimalisir keberadaannya oleh semua pihak. Pihak penyedia data harus optimal bekerja dan jujur jangan sampai memanfaatkan keadaan untuk "menjual" data pemilih untuk memenangkan seorang cagub dan cawagub. Begitu pula pihak penyelenggara yaitu KPU harus bekerja secara professional dan bersikap netral dan juga memaksimalkan keterbukaan dan transparansi mengenai segalanya entah itu penghitungan suara, pengumpulan suara, penjagaan kotak suara, dll sehingga mengurangi celah KKN dalam pilkada Jawa Barat itu. Pun begitu untuk cagub dan cawagub, hindarilah money politic dan black campaign atau kampa ye yang bersifat menjatuhkan lawan politik demi kemenangan sendiri. Dan yang terakhir adalah kerjasama dari para pemilih yaitu masyarakat, pintarlah dalam menentukan pilihan jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya, kurangi golput dan cerdas menentukan masa depan dengan ikut serta dalam memilih dalam Pilkada Jawa Barat 2013 mendatang.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 26 Desember 12 - 20:30 WIB
Dalam Kategori : CAGUB, CAWAGUB PILKADA JABAR, ARTIS
Dibaca sebanyak : 1294 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback